BERITA PELAKSANAAN PROGRAM KERJAMahasiswa KKN Unhas Gencarkan Skrining Hipertensi lewat Program GESIT di Bangkai

oleh

SIDRAP — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Profesi Kesehatan Universitas Hasanuddin (Unhas) melaksanakan program GESIT (Gerakan Skrining Hipertensi Terpadu) melalui pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat Kelurahan Bangkai, Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidenreng Rappang, Senin (20/07). Kegiatan yang dipusatkan di Pustu ILP Bangkai ini menyasar warga berusia 18 tahun ke atas.
GESIT dirancang untuk memperkuat deteksi dini hipertensi yang kerap tidak bergejala padahal menjadi faktor risiko penyakit jantung, stroke, dan gagal ginjal. Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 mencatat prevalensi hipertensi pada penduduk usia 18 tahun ke atas mencapai 30,8 persen berdasarkan pengukuran, sementara hanya 8,6 persen yang terdiagnosis. Program dilaksanakan melalui layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang terintegrasi dengan Posyandu di Dusun Palla Bessie, dilengkapi kunjungan rumah (home visit) yang terus berjalan untuk menjangkau warga yang belum sempat hadir. Setiap peserta memperoleh penjelasan hasil pemeriksaan, edukasi pencegahan, serta anjuran tindak lanjut sesuai kondisinya.
Penanggung jawab program, Andi Tenri Nur Shafaa, mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Unhas, menyoroti banyaknya kasus yang tidak disadari warga. “Beberapa warga awalnya merasa tidak memiliki keluhan. Namun setelah diperiksa, tekanan darahnya mencapai lebih dari 160 mmHg. Kondisi ini menunjukkan pentingnya skrining untuk menemukan kasus hipertensi lebih dini,” ujarnya.
Dari 80 warga yang diperiksa, 35 orang (43,8 persen) mengalami hipertensi, 29 orang prahipertensi, dan sisanya memiliki tekanan darah normal. Peserta dengan hasil tidak normal dianjurkan menjalani pemeriksaan dan penanganan lanjutan di Puskesmas Lawawoi yang membawahi wilayah tersebut.
“Alhamdulillah, program KKN PK Unhas melalui CKG dan home visit sangat membantu kegiatan Puskesmas dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui kunjungan langsung. Semoga penyakit yang ditemukan dapat diarahkan ke fasilitas kesehatan untuk penanganan lebih lanjut,” ujar Marwati, S.Kep., Ns., pengelola Penyakit Tidak Menular (PTM) Puskesmas Lawawoi.
Melalui GESIT, mahasiswa KKN Unhas berharap kebiasaan memeriksakan tekanan darah secara berkala semakin tumbuh di masyarakat sehingga hipertensi dapat ditangani lebih dini sebelum menimbulkan komplikasi.

Pembawa berita AMALIA KKNPK UNHAS

EDITOR : HATI SAMESSA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *