SIDRAP : 3 Agustus 2026 – Dalam upaya mendorong pemanfaatan potensi pangan lokal dan meningkatkan nilai tambah hasil pertanian, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin menyelenggarakan Pelatihan Pembuatan Tepung Mocaf (Modified Cassava Flour) di Kelurahan Bangkai, Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap).
Program kerja ini bertujuan memperkenalkan teknologi pengolahan singkong menjadi tepung Mocaf kepada masyarakat sebagai salah satu bentuk diversifikasi pangan. Selain menghasilkan tepung berkualitas yang bebas gluten (gluten-free), pengolahan ini juga diharapkan dapat meningkatkan nilai jual singkong serta mendorong lahirnya produk olahan lokal yang memiliki daya saing.
Tepung Mocaf merupakan tepung berbahan dasar ubi kayu yang diproses melalui fermentasi menggunakan mikroorganisme. Hasilnya berupa tepung bertekstur halus, berwarna lebih cerah, dan beraroma netral sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku berbagai jenis makanan, baik tradisional maupun modern.
“Melalui pelatihan pembuatan tepung Mocaf ini, kami ingin menunjukkan bahwa singkong, meskipun sederhana, memiliki potensi besar untuk diolah menjadi produk yang bernilai tambah. Kami berharap masyarakat tidak hanya memandang singkong sebagai hasil kebun untuk dikonsumsi secara langsung, tetapi juga sebagai komoditas yang mampu memberikan nilai ekonomi lebih tinggi melalui inovasi pengolahan. Selain menjadi alternatif pangan lokal yang sehat dan bebas gluten, tepung Mocaf juga berpotensi membuka peluang usaha baru bagi ibu-ibu PKK maupun pelaku UMKM, sehingga dapat mendukung peningkatan pendapatan keluarga serta mendorong terwujudnya ketahanan pangan berbasis potensi lokal,” ujar Putri Indri Pratiwi, mahasiswi Program Studi Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin.
Kepala Kelurahan Bangkai menyampaikan apresiasi atas inisiatif yang dilakukan oleh mahasiswa KKN-T Universitas Hasanuddin dalam menghadirkan program pelatihan tersebut.
“Kami sangat menyambut baik program pelatihan ini. Kehadiran mahasiswa KKN-T Universitas Hasanuddin membawa inovasi praktis yang sangat berguna bagi warga kami. Tepung Mocaf ini bisa menjadi alternatif pemanfaatan hasil kebun warga agar memiliki nilai ekonomis yang lebih tinggi, sekaligus mendukung pengembangan pangan lokal dan pertanian yang berkelanjutan. Kami berharap ilmu yang diberikan tidak berhenti pada kegiatan pelatihan saja, tetapi dapat terus diterapkan dan dikembangkan oleh masyarakat sehingga mampu melahirkan peluang usaha baru serta meningkatkan kesejahteraan warga Kelurahan Bangkai,” ujar Lurah Bangkai, Narso, S.Sos., M.M.
Dengan dilaksanakannya program kerja ini, diharapkan masyarakat kelurahan Bnagkai dapat terus memproduksi tepung MOCAF secara mandiri sehingga ketahanan pangan lokal meningkat.
Pewarta INDIRA.
EDITOR HATI SAMESSA.
