Mahasiswa KKN Tematik Gelombang 116Kelurahan Bangkai Dorong Digitalisasi UMKM Melalui Pembuatan QRIS di Pasar Lawawoi

oleh

SIDRAP : Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Gelombang 116 Universitas Hasanuddin Kelurahan Bangkai melaksanakan program kerja berupa pendampingan pembuatan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) bagi para pedagang di Pasar Lawawoi, Kelurahan Bangkai, Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidenreng Rappang.

Program ini bertujuan untuk mendukung transformasi digital sektor usaha mikro serta meningkatkan kemudahan transaksi non-tunai di lingkungan pasar tradisional. Melalui kegiatan ini, mahasiswa memberikan edukasi mengenai manfaat penggunaan QRIS, seperti mempercepat proses pembayaran, mengurangi penggunaan uang tunai, serta memperluas pilihan metode pembayaran bagi konsumen.

Dari hasil pendampingan, mahasiswa KKN Tematik Gelombang 116 berhasil memfasilitasi pembuatan QRIS pada delapan toko di Pasar Lawawoi. Delapan toko tersebut didominasi oleh usaha yang menjual perabotan rumah tangga, alas kaki (sandal), perlengkapan kebutuhan sekolah, serta pakaian dengan aktivitas transaksi yang berlangsung secara rutin. Meskipun jumlahnya masih terbatas, delapan toko yang telah menggunakan QRIS diharapkan dapat menjadi contoh bagi pedagang lainnya untuk mulai memanfaatkan sistem pembayaran digital sehingga ke depan penggunaan QRIS di Pasar Lawawoi semakin luas.

Salah seorang pedagang Pasar Lawawoi mengaku bahwa penggunaan QRIS sebenarnya memberikan banyak manfaat bagi kegiatan usahanya. Menurutnya, sistem pembayaran digital dapat memudahkan pelanggan yang tidak membawa uang tunai.
“Menurut saya QRIS ini cukup membantu karena pembeli sekarang banyak yang lebih suka membayar secara digital. Ke depannya saya berharap semakin banyak pedagang yang mau menggunakan QRIS agar transaksi menjadi lebih mudah dan praktis,” ungkap salah seorang pedagang.

Muh. Rayhan Ferial selaku Koordinator Desa KKN Tematik Gelombang 116 Kelurahan Bangkai mengatakan bahwa program ini tidak hanya berfokus pada proses pendaftaran QRIS, tetapi juga bertujuan membangun kesadaran para pelaku UMKM
“Kami berharap para pedagang dapat melihat QRIS sebagai peluang untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelanggan. Meskipun saat ini masih terdapat keraguan, kami optimistis bahwa melalui edukasi yang berkelanjutan, semakin banyak pedagang yang bersedia memanfaatkan pembayaran digital. Kami juga berharap delapan toko yang telah menggunakan QRIS dapat menjadi contoh bagi pedagang lainnya untuk mulai beralih ke sistem pembayaran digital sehingga pemanfaatan QRIS di Pasar Lawawoi dapat terus berkembang,” ujarnya.

Sementara itu, kepala Lurah Bangkai mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN Universitas Hasanuddin dalam mendukung digitalisasi UMKM di wilayahnya.
“Program ini sangat bermanfaat bagi para pedagang di Pasar Lawawoi. QRIS memberikan kemudahan dalam bertransaksi, meningkatkan pelayanan kepada konsumen, serta menjadi langkah awal bagi pelaku UMKM untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Kami berharap delapan toko yang telah memanfaatkan QRIS dapat menjadi contoh bagi pedagang lainnya sehingga ke depan semakin banyak pelaku UMKM di Pasar Lawawoi yang menggunakan sistem pembayaran digital demi kemajuan usaha mereka,” tuturnya.

Melalui program kerja ini, Mahasiswa KKN Tematik Gelombang 116 Universitas Hasanuddin berharap dapat berkontribusi dalam mendukung digitalisasi UMKM di Kelurahan Bangkai sekaligus mendorong terciptanya ekosistem transaksi yang lebih modern, aman, dan efisien di Pasar Lawawoi.

Pewarta INDIRA KKN Tematik

EDITOR HATI SAMESSA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *