Buae – Pembangunan perintisan dan penimbunan jalan tani di wilayah Bulu Pokko, Dusun 2, Desa Buae, yang dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2025, menuai sorotan. Jalan yang dibangun dengan nilai anggaran Rp121.000.000 dan volume pekerjaan sepanjang 850 meter tersebut kini mengalami kerusakan, bahkan sebagian badan jalan amblas sehingga tidak dapat dilalui kendaraan roda empat.
Berdasarkan pantauan di lapangan, kondisi badan jalan tampak tidak stabil. Sejumlah titik mengalami penurunan dan kerusakan yang cukup parah, sehingga menghambat aktivitas transportasi masyarakat, khususnya petani yang mengandalkan akses jalan tersebut untuk mengangkut hasil pertanian.
Warga setempat mengaku kecewa dengan hasil pembangunan jalan tani yang dinilai tidak sesuai harapan. Padahal, jalan tersebut diharapkan menjadi akses vital untuk menunjang kegiatan ekonomi dan pertanian di wilayah Dusun 2 Buae.
Kerusakan jalan tani ini diduga disebabkan oleh kualitas pekerjaan yang kurang maksimal, struktur timbunan yang tidak kuat, serta kondisi tanah yang labil. Akibatnya, badan jalan tidak mampu menahan beban kendaraan dan mudah mengalami amblas.
Masyarakat berharap pihak terkait segera melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan proyek tersebut serta melakukan perbaikan agar jalan tani dapat difungsikan secara optimal. Selain itu, warga juga meminta adanya pengawasan yang lebih ketat terhadap proyek pembangunan yang menggunakan dana pemerintah, sehingga hasil pekerjaan benar-benar sesuai dengan perencanaan dan anggaran yang telah ditetapkan.
